BAB 7 Malaikat Selalu Bersamaku
A Malaikat Selalu Bersamaku
1. Pengertian Iman kepada
Malaikat
Iman secara bahasa
artinya percaya atau yakin. Iman dari segi istilah artinya meyakini setulus
hati yang mengakar kuat, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan
seluruh anggota badan. Menurut M. Quraish Shihab, kata malaikat berasal dari
bahasa Arab yaitu malā’ikah (ملائكة) yang merupakan
bentuk jamak dari kata malak (مَلَكَ ) yang terambil dari
kata la’aka ( لاكا
) yang berarti “menyampaikan sesuatu”. Jadi, malak/malaikat adalah makhluk yang
menyampaikan sesuatu dari Allah Swt.. Menurut istilah, mailakat adalah makhluk
gaib yang diciptakan oleh Allah Swt. dari cahaya, sebagai utusan Allah Swt.
yang taat, patuh, serta tidak pernah membangkang terhadap perintahperintah-Nya.
Iman kepada malaikat adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa
Allah Swt. menciptakan
malaikat sebagai makhluk gaib yang diutus untuk melaksakan segala perintah-Nya.
Orang yang mengimaninya akan senantiasa menggunakan seluruh anggota badannya
untuk berhati-hati dari dalam berkata-kata dan berbuat
2. Hukum Beriman kepada
Malaikat
Beriman kepada malaikat
hukumnya adalah fardu ‘ain. Ia merupakan salah satu rukun iman selain iman
kepada Allah, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan qada/qadar. Hal
ini berdasarkan pada beberapa sumber dar
al-Qur’ān dan hadis sebagai berikut.
a. Q.S. al-Baqarah/2:285
اٰمَنَ
الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَؕ كُلٌّ اٰمَنَ
بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۚ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ
رُّسُلِهٖ ۚ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا ۖ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ
الۡمَصِيۡرُ
(Aamanar-Rasuulu bimaaa
unzila ilaihi mir-Rabbihii walmu'minuun; kullun aamana billaahi wa
Malaaa'ikathihii wa Kutubhihii wa Rusulih laa nufarriqu baina
ahadim-mir-Rusulihii wa qooluu sami'naa wa ata'naa ghufraanaka Rabbanaa wa
ilaikal-masiir)
Artinya: “Rasul
(Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qurān) dari
Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah,
malaikat-malaikat-Nya, kitabkitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata),
“Kami tidak membedabedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka
berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya, Tuhan kami, dan
kepada-Mu tempat (kami) kembali.” ( Q.S.
al-Baqarah/2:285 )
b. Q.S. an-Nisa /4:136
يٰۤاَيُّهَا
الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اٰمِنُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡ نَزَّلَ
عَلٰى رَسُوۡلِهٖ وَالۡكِتٰبِ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ مِنۡ قَبۡلُؕ وَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِاللّٰهِ
وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلٰلًاۢ
بَعِيۡدًا
(Yaaa aiyuhal laziina
aamanuuu aaminuu billaahi wa Rasuulihii wal Kitaabil lazii nazzala 'alaa
Rasuulihii wal Kitaabil laziii anzala min qabl; wa mai yakfur billaahi wa
Malaaa'ikatihii wa Kutubihii wa Rusulihii wal Yawmil Aakhiri faqad dalla
dalaalam ba'iid)
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya (Muhammad saw.) dan kepada Kitab (alQurān) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah Swt., malaikat-malaikatNya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh”
c. Hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
Artinya: “Diriwayatkan
dari Abu Hurairah ra. bahwa pada suatu hari Rasulullah saw. muncul di tengah
orang banyak, lalu beliau didatangi oleh seorang laki-laki. Orang itu bertanya,
‘Wahai Rasulullah saw., apakah iman itu?’ Beliau menjawab, ‘Iman adalah kamu
harus percaya kepada
Allah Swt.,
malaikat-malaikat-Nya, kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan
hari kebangkitan di akhirat nanti...” (H.R. Bukhari dan Muslim)
3. Tentang Penciptaan
Malaikat
Mengingat sedikitnya
pengetahuan yang dimiliki manusia terutama berkaitan dengan hal-hal yang gaib
termasuk malaikat, sumber yang dapat dijadikan rujukan untuk mengetahui
malaikat adalah dengan berpedoman kepada al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah
saw. Dalam sebuah hadis Rasulullah saw. bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُوْلُ
اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم خُلِقَتِ المَلٰئِكَةُ مِنْ نُوْرِ وَخُلِقَ الْجَانُّ
مِنْ مَارِجِ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ اٰدَمَ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
(Tulisan latin “an ‘Aa`isyata qaalat, qaala rasuulullaahi shallalahu ‘alaihi wa sallam khuliqati-l malaaikatu min nuurin wa khuliqal jaannu min maariji min naarin wa khuliqa aadama mimmaa wushifa lakum.)
Artinya: “Dari Aisyah berkata: Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian.” (HR. Muslim)
Keterangan lain tentang
malaikat sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Fātir/35:1 disebutkan bahwa malaikat
mempunyai sayap. Allah Swt. berfirman:
اَ لۡحَمۡدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ
وَالۡاَرۡضِ جَاعِلِ الۡمَلٰٓٮِٕكَةِ رُسُلًا اُولِىۡۤ اَجۡنِحَةٍ مَّثۡنٰى وَثُلٰثَ
وَرُبٰعَ ؕ يَزِيۡدُ فِى الۡخَـلۡقِ مَا يَشَآءُ ؕ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ
قَدِيۡرٌ
(Alhamdu lillaahi
faatiris samaawaati wal ardi jaa'ilil malaaa'ikati rusulan uliii ajnihatim
masnaa wa sulaasa wa rubaa'; yaziidu fil khalqi maa yashaaa'; innal laaha 'alaa
kulli shai'in Qadiir)’.
Artinya: “Segala puji
bagi Allah Swt. pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai
utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap,
masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah Swt. menambahkan pada
ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Allah Swt. Mahakuasa atas segala
sesuatu” (Q.S. Fātir/35:1)
Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang diciptakan dari nur atau cahaya dan memiliki sayap, sehingga jika ada keterangan lain yang menyatakan bahwa malaikat memiliki ciri-ciri yang tidak sesuai dengan keterangan dari al-Qur’ān dan hadis, patutlah kita meragukannya.
4. Perbedaan Malaikat dengan Manusia dan Jin
|
Malaikat |
Jin/Setan/Iblis |
Manusia |
|
Gaib |
Nyata |
Nyata |
|
Tidak
memiliki nafsu |
Memiliki
nafsu |
Memiliki
nafsu |
|
Selalu
taat kepada Allah Swt. |
Selalu
durhaka kepada Allah Swt. |
Ada
yang taat dan ada yang durhaka |
|
Tidak
berjenis kelamin |
Berjenis
kelamin |
Berjenis
kelamin |
|
Tidak
makan, tidak minum, tidak tidur, dan tidak kawin |
Makan,
minum, tidur, dan kawin |
Makan,
minum, tidur, dan kawin |
|
Memiliki
akal pikiran yang bersifat statis |
Memiliki
akal pikiran |
Memiliki
akal pikiran yang bersifat dinamis |
|
|
|
|
5. Jumlah Malaikat
Karena sifatnya gaib,
berapa jumlah malaikat secara terinci sebagaimana manusia, hanya Allah Swt. dan
Rasul-Nya yang tahu. Namun demikian, keterangan hadis berikut dapat memberikan
penjelasan tentang banyaknya jumlah malaikat. Hadis berikut menggambarkan
banyaknya jumlah malaikat.
Perhatikan hadis dari Ali
ra.
عَنْ
عَلِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
مَنْ أَتَى أَخَاهُ الْمُسْلِمَ عَائِدًا مَشَى فِي خَرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ
فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ
أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفَ
مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ
Artinya: Dari Ali ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengunjungi saudaranya sesama muslim maka seakan ia berjalan di bawah pepohonan surga hingga ia duduk, jika telah duduk maka rahmat akan melingkupinya. Jika mengunjunginya di waktu pagi, maka tujuh
puluh ribu malaikat akan
bershalawat kepadanya hingga sore hari, dan jika ia mengunjunginya di waktu
sore, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga pagi
hari.” (H.R. Ibnu Majah Nomor 1432 )
Banyaknya jumlah malaikat
tersebut menggambarkan betapa Mahakuasa Allah Swt. karena dengan jumlah
malaikat yang demikian banyak, sangat mudah bagi Allah Swt. untuk mengetahui
gerak-gerik serta tingkah laku manusia. Namun demikian, umat Islam
diperintahkan untuk mengetahui
dan mengimani sepuluh
nama malaikat yang diberikut tugas secara langsung kepada manusia. Nama-nama
malaikat tersebut diabadikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’ān serta hadis
Rasulullah saw. Kesepuluh nama malaikat yang wajib kita ketahui dengan
tugas-tugasnya masing-masing dijelaskan pada bagian di bawah ini.
6. Nama Malaikat dan
Tugasnya Masing-masing
Sebagaimana halnya
manusia, para malaikat memiliki tugas. Bedanya, tugas yang diberikan Allah Swt.
kepada manusia seringkali diabaikan bahkan dipertentangkan untuk
dilaksanakannya. Namun para malaikat, yang diberikan tugas oleh Allah Swt.
kepadanya, tidak pernah menunda apalagi melalaikan dan membangkang untuk
mengerjakannya. Bahkan, dia melaksanakan
tugasnya sesuai dengan
perintah Allah Swt. dan dia tidak mendurhakai-Nya.
Allah Swt. berfirman:
يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ
وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلٰٓٮِٕكَةٌ
غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعۡصُوۡنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُوۡنَ مَا يُؤۡمَرُوۡنَ
(Yaaa ayyuhal laziina
samanuu quuu anfusakum wa ahliikum naaranw waquudu han naasu wal hijaaratu
'alaihaa malaaa'ikatun ghilaazun shidaadul laa ya'suunal laaha maa amarahum wa yaf'aluuna maa yu'maruun)
Artinya: Wahai
orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia
perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (Q.S. at-Tahrim/66:6)
Di antara tugas-tugas
malaikat itu antara lain: 1) Beribadah kepada Allah Swt. dengan bertasbih
kepada-Nya siang dan malam tanpa rasa bosan atau terpaksa; 2) Membawa wahyu
kepada para Nabi dan para Rasul; 3) Memohon ampunan bagi orang-orang beriman;
4) Meniup sangkakala; 5) Mencatat amal perbuatan; 6) Mencabut nyawa; 7) Memberi
salam kepada ahli surga; 8) Menyiksa ahli neraka; 9) Memikul ‘arsy; 10) Memberi
kabar gembira dan memperkokoh kedudukan kaum mukminin; dan 11) Mengerjakan
pekerjaan selain yang telah disebutkan di atas. Penjelasan tentang nama-nama
malaikat dan tugasnya masing-masing adalah sebagai berikut.
a. Malaikat Jibril
Malaikat Jibril dikenal
juga sebagai penghulu para malaikat. Ia adalah satu dari tiga malaikat yang
namanya disebut dalam al-Qur’an. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam
al-Qur’an yaitu pada Q.S. al-Baqarah/2: ayat 97-98 allah berfirman :
قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ
عَلَىٰ قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ
لِلْمُؤْمِنِينَ
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِهِ
وَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِلْكَافِرِينَ
Artinya: Katakanlah, "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. Barang siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir. ( Q.S. al-Baqarah/2: ayat 97- 98 )
Q.S. at-Tahrim/66: ayat 4.
اِنۡ تَتُوۡبَاۤ اِلَى اللّٰهِ فَقَدۡ صَغَتۡ
قُلُوۡبُكُمَاۚ وَاِنۡ تَظٰهَرَا عَلَيۡهِ فَاِنَّ اللّٰهَ هُوَ مَوۡلٰٮهُ وَجِبۡرِيۡلُ
وَصَالِحُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَۚ وَالۡمَلٰٓٮِٕكَةُ بَعۡدَ ذٰلِكَ ظَهِيۡرٌ
(In tatuubaaa ilal laahi
faqad saghat quluubukumaa wa in tazaaharaa 'alihi fa innal laaha huwa mawlaahu
wa jibriilu wa saalihul mu'miniin; walma laaa'ikatu ba'dazaalika zahiir)
Artinya : “ Jika kamu
berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong
(untuk menerima kebenaran); dan jika kamu berdua saling bantu-membantu
menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi pelindungnya dan (juga) Jibril
dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah
penolongnya”. (Q.S. at-Tahrim/66: ayat 4).
Malaikat Jibril memiliki beberapa nama lain atau julukan, di antaranya adalah Ruhul al-Amin dan Ruhul al-Qudus. Adapun tugas utamanya adalah menyampaikan wahyu dari Allah Swt. kepada para nabi dan rasul-Nya. Malaikat Jibril pula yang menyampaikan berita kelahiran Nabi Isa as. kepada ibunya Maryam dan menyampaikan al-Qur’ān kepada Nabi Muhammad saw. Dalam kisah suci perjalanan Isra’ Mi’raj, sesampainya di pos perjalanan Sidratul Muntaha, Malaikat Jibril tidak sanggup lagi mendampingi Rasulullah saw. untuk terus naik menghadap Allah Swt. Ia berkata, “Aku sama sekali tidak mampu mendekati Allah Swt. Perlu waktu enam puluh ribu tahun lagi aku harus terbang untuk dapat aku capai. Jika aku terus juga ke atas, aku pasti hancur luluh”. Mahasuci Allah Swt., ternyata Malaikat Jibril as. saja tidak sampai kepada Allah Swt.
b. Malaikat Mikail
Malaikat Mikail adalah
malaikat yang diberi tugas untuk mengatur urusan makhluk Allah Swt. sekaligus
mengatur rezeki terutama kepada manusia. Ia bertugas mengatur air, menurunkan
hujan/petir, membagikan rezeki pada manusia, tumbuh-tumbuhan juga hewan-hewan
dan lainlain di muka bumi ini. Malaikat Mikail termasuk salah satu malaikat
yang menjadi pembesar seluruh malaikat selain Malaikat Jibril.
Di samping bertugas
membagi rezeki dan hujan, Malaikat Mikail juga sering mendampingi Malaikat
Jibril dalam menjalankan tugas-tugasnya. Di antara tugas yang pernah dilakukan
bersama Malaikat Jibril adalah sebagai berikut.
1) Ketika Malaikat Jibril
menjalankan tugas membelah dada Nabi Muhammad saw. untuk dicuci hatinya karena
akan diisi dengan iman, islam, yakin dan sifat hilim ia mengambil peran sebagai
pengambil air al-Kau¡ar (air zam.zam) untuk dijadikan sebagai pencuci hati Nabi
Muhammad saw.
2) Ketika Nabi Muhammad
saw. mendapat kepercayaan untuk melakukan Isra’ dan Mi’raj, Malaikat Mikail
besama Jibril ikut mendampingi selama perjalanan.
3) Malaikat Mikail juga
bertugas untuk menyampaikan lembaran kepada Malaikat Maut. Dalam lembaran itu
tertulis sangat detail nama, tempat, dan sebab-sebab pencabutan nyawa bagi
orang yang dimaksud.
c. Malaikat Izrail
Malaikat Izrail diberi
tugas mencabut nyawa semua makhluk termasuk dirinya sendiri. Ia dikenal juga
dengan sebutan Malaikat Maut. Ia merupakan salah satu dari empat malaikat utama
selain Jibril dan Mikail, dan Israfil. Malaikat Izrail diberi kemampuan yang
luar biasa oleh Allah Swt., hingga barat dan timur dapat dijangkau dengan mudah
olehnya seperti seseorang yang sedang menghadap sebuah meja makan yang dipenuhi
dengan pelbagai makanan yang siap untuk dimakan. Ia juga sanggup
membolakbalikkan dunia sebagaimana kemampuan seseorang sanggup membolakbalikkan
uang. Sewaktu Malaikat Izrail menjalankan tugasnya mencabut nyawa makhluk-makhluk
dunia, ia akan turun ke dunia bersama-sama dengan dua kumpulan malaikat, yaitu
Malaikat Rahmat dan Malaikat Azab. Untuk mengetahui di mana seseorang akan
menemui ajalnya, adalah tugas dari Malaikat Arham.
d. Malaikat Israfil
Malaikat Israfil diberi
tugas meniup sangkakala. Israfil selalu memegang terompet suci yang terletak di
bibirnya selama berabad-abad, menunggu perintah dari Allah Swt. untuk meniupnya
pada hari kiamat. Pada hari itu ia akan turun ke bumi dan berdiri di batu/bukit
suci di Jerusalem. Tiupan
pertama akan
menghancurkan dunia beserta isinya, tiupan kedua akan mematikan para malaikat
dan tiupan ketiga akan membangkitkan orangorang yang telah mati dan
mengumpulkan mereka di Padang Mahsyar. Di dalam kitab Tanbihul Gāfilin Jilid 1
halaman 60 ada sebuah hadis panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat
yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra. berkata:
Rasulullah saw. bersabda, “Ketika Allah Swt. telah selesai menjadikan langit
dan bumi, Allah Swt. menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada
Malaikat Israfil, kemudian ia letakkan di mulutnya sambil melihat ke Arsy
menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya: “Ya Rasulullah saw. apakah
sangkakala itu?” Jawab Rasulullah saw. “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya
tanya; “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah saw.; “Sangat besar bulatannya,
demi Allah Swt. Yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas
langit dan bumi, dan
akan ditiup hingga tiga
kali. Pertama: Nafkhatul fazā’ (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa’aq
(untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’as (untuk menghidupkan kembali atau
membangkitkan).”
Dalam hadis di atas,
disebutkan bahwa sangkakala atau terompet Malaikat Israfil itu bentuknya seperti
tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi.
Bentuknya laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang-orang zaman
dahulu yang terbuat dari tanduk.
e. Malaikat Munkar
Malaikat Munkar diberi
tugas untuk bertanya kepada orang yang sudah mati di alam kubur bersama
Malaikat Nakir. f. Malaikat Nakir Malaikat Munkar dan Malaikat Nakir adalah dua
malaikat yang bertugas menanyakan dan menguji iman orang yang sudah mati di
alam kubur. Pemeriksaan akan dimulai ketika pemakaman selesai dan orang
terakhir dari jamaah pemakaman telah melangkah 40 langkah dari kuburan. Malaikat
Munkar dan Malaikat Nakir menanyakan tiga pertanyaan:
“Siapa Tuhanmu? Siapa nabimu? Apa agamamu? Apa kitabmu? Di mana kiblatmu? Siapa saudaramu?”. Seorang mukmin yang saleh akan merespons dengan benar, mengatakan bahwa tuhan mereka adalah Allah Swt., Muhammad adalah nabi mereka, agama mereka adalah Islam, alQur’ān adalah kitab mereka, Ka’bah adalah kiblat mereka, dan muslimin dan muslimat adalah saudara mereka. Jika jawaban benar, waktu yang dihabiskan untuk menunggu hari kebangkitan adalah menyenangkan. Mereka yang tidak menjawab seperti yang dijelaskan di atas dihukum sampai hari penghakiman.
g. Malaikat Raqib
Malaikat Raqib bertugas
mencatat segala amal kebaikan manusia. Ia bersama Malaikat ‘Atid yang mencatat
amal buruk berjalan beriringan. (Q.S. Qāf/50:18).
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ
عَتِيدٌ
Artinya : Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (Qaf: 18)
Dari Anas ra., dari Nabi
Muhammad saw., Sabdanya:
Artinya : Sesungguhnya
Allah Swt. telah menugaskan dua malaikat untuk menulis segala apa yang
dilakukan atau dituturkan oleh seseorang hamba-Nya (satu di sebelah kanannya
dan yang satu lagi di sebelah kirinya); kemudian apabila orang itu mati, Tuhan
perintahkan kedua malaikat itu dengan
firman-Nya, “Hendaklah
kamu berdua tinggal tetap di kubur hamba-Ku itu serta hendaklah kamu mengucap
tasbih, tahmid dan takbir hingga ke hari qiamat dan hendaklah kamu menulis
pahalanya untuk hamba-Ku itu.” (H.R. Abu al-Syeikh dan Tabrani)
h. Malaikat ‘Atid
Malaikat ‘Atid adalah bertugas mencatat segala amal keburukan manusia. Kedua malaikat ini (Raqib dan ‘Atid) sangat jujur dan tak pernah bermaksiat kepada Allah Swt. Mereka mencatat dengan penuh ketelitian, sehingga tidak ada satu pun keburukan dan kebaikan yang luput dari catatan keduanya. Mereka tidak ditugaskan untuk mengolah, menganalisis, menyimpulkan apalagi menjatuhkan vonis. Mereka hanya menyetor data, semua keputusan ada pada Maha kasih-sayang Allah Swt.
i. Malaikat Malik
Malaikat Malik adalah
pemimpin malaikat yang bertugas di neraka. Malaikat Malik disebut dalam Q.S. Az-Zukhruf/43
:ayat 77:
وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ
عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مّٰكِثُوْنَ
Artinya : “Dan mereka
berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhan-mu mematikan kami saja.” Dia
menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Q.S.
az-Zukhruf/43: 77 )
Dari ayat di atas, dapat
dipahami bahwa Malaikat Malik adalah pemimpin malaikat yang bertugas di neraka.
Hal ini dipertegas oleh firman Allah Swt dalam Q.S. al-Muddatsiir/74: ayat 30
عَلَيۡهَا
تِسۡعَةَ عَشَرَؕ
Artinya, “Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)”. (Q.S. al-Muddatsiir/74: ayat 30)
j. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan diberi tugas menjaga dan mengawasi surga serta menyambut semua hamba Allah Swt. yang akan masuk ke dalamnya. Ia sangat ramah menyambut dan mempersilahkan orang-orang yang akan masuk ke dalam surga.
B. Hikmah Beriman kepada
Malaikat
Orang-orang yang beriman
selalu dapat mengambil pelajaran dari apa yang diimani. Dalam hal beriman
kepada malaikat-malaikat Allah Swt., pelajaran yang dapat dipetik antara lain
seperti berikut.
1. Menambah keimanan dan
ketakwaan kepada Allah Swt.
2. Senantiasa hati-hati
dalam setiap ucapan dan perbuatan sebab segala apa
yang dilakukan manusia
tidak luput dari pengamatan malaikat Allah Swt.
3. Menambah kesadaran
terhadap alam wujud yang tidak terjangkau oleh
pancaindra.
4. Menambah rasya syukur
kepada Allah Swt. karena melalui malaikat-malaikatNya, manusia memperoleh
banyak karunia.
5. Menambah semangat dan
ikhlas dalam beribadah walaupun tidak dilihat oleh
orang lain ketika
melakukannya.
6. Menumbuhkan cinta
kepada amal saleh karena malaikat selalu siap mencatat
amal manusia.
7. Semakin giat dalam
berusaha karena tidak ada rezeki yang diturunkan oleh
malaikat Allah Swt. tanpa
usaha dan kerja keras.
Komentar