BAB 5 . Menuai Keberkahan dengan Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru ,
A. Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua
Menghormati orang tua di kenal denga kata birrul walidain. Sebelum kepada pembahasan meng hormati orang tua kita simak dan amati dari tugas dan tanggung jawab dari orang tua kita ;
Sebelum lahir kedunia
kita berada di kandung ibu selama kurang lebilh sembilan bulan lamanya.. betapa
letihnya seorang dalam mengandung anaknya, walaupun demikian ibu tak pernah
mengeluh berat walaupun bebannya [ kandungan ] semakin bertambah setiap
bulannya.dan ketika dalam proses melahirkan amak pada saat itu terjadi perang
sabil antara hidup dan mati. Dan ketika anak itu lahir sang ibu langsung
bertanya kepada dokter “ bagaimana anak saya :” dok ? . Setelah anak itu lahir maka sang ibu yang
merawat dan membesarkannya dengan memberiakan makana air susu dengan penuh
kasih sayang.
Sementara sang Ayah tanpa
merasa letih dan lelah bekerja keras demi mencukupi kehiduapan keluarganya .
Kerena sang ayah mempunyai motivasi yang tinggi untuk mensejahterakan
keluaraganya, dengan berharap anak anaknya bisa hidup layak dan sejahtera, bisa sekolah yang lebih tinggi.dan
sejuta haran orang tua terhadap anaknya. Keberadaan atau kondisi kita sekarang
ini adalah berkat usaha jerih payah dan jasa yang tak ternilai dari kedua orang
tua kita. Seandainya isi dari dunia di gunakan untuk membalas budi kedua orang
tua kita ,tak ada yang senilai dengan pengorbananNya.
Untuk itu kedua orangtua
kita wajib hukumnya kita hormati sayangi, dan taati serta nasehat dan perintah
serta petunjuknya wajib kita laksanakan sebaik-baiknya.
Islam mengajarkan kepada
umatnya untuk hormat dan patuh pada orang tua. Taat dan berbakti pada orang tua
itu merupakan salah satu akhlak mulia di sisi Allah SWT. Di dalam Alquran,
perintah untuk hormat dan patuh pada orang tua ditempatkan di bawah iman kepada
Allah SWT, sebagaimana tergambar dalam surah al-Isra [17] : ayat 23:
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ
اِيَّاهُ وَبِالۡوَالِدَيۡنِ اِحۡسَانًا ؕ اِمَّا يَـبۡلُغَنَّ عِنۡدَكَ الۡكِبَرَ
اَحَدُهُمَاۤ اَوۡ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَاۤ اُفٍّ وَّلَا تَنۡهَرۡهُمَا وَقُلْ
لَّهُمَا قَوۡلًا كَرِيۡمًا
Artinya : “ Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.S. Al-Isrā’[17]: 23)
Dari ayat tersebut di
atas terdapat tiga hal yang sangat penting dalam berprilaku anak untuk
menunjukkan sikap hormat dan patuh pada orang tua, :
Pertama : seorang anak
berkewajiban menaati perintah Allah dan orang tua, kecuali jika dalam perintah orang tua tersebut berupa
maksiat boleh untuk tidak di kerjakan .
Kedua :
seorang anak berkewajiban menjaga amanah yang diberikan orang tua, baik
itu janji, harta yang dititipkan atau harta yang diberikan kepadanya.
Ketiga : seoarang anak wajib berbakti dengan
membantu dan menolong serta merawat orang tua di kala sehat dan sakit bahkan
kita di wajibkan pula mendoakan kedua orang tua kita yang sudah meninggal. .
Contoh lain Sikap Hormat
dan Patuh seorang anak kepada Orang Tua
yakni sikap yang dilandasi kasih sayang dan penghargaan kepada orang tua
merupakan sikap hormat dan patuh pada mereka. Namun, syariat Islam juga menegaskan
beberapa sikap dan prilaku yang mesti
dihindari terhadap orang tua. Seperti :
Seorang anak tidak boleh berkata kasar kepada orang tua, mengecewakan
orang tuan , seperti kata "Ah". Dan Larangan mengucapkan kata-kata
jelek pada orang tua sebagaiman tercantum dalam Alquran surah Al-Isra ayat 23:
" ...
Kemudian, jika orang tua
sudah meninggal, cara berbakti pada orang tua adalah dengan mendoakan kebaikan
kepada mereka, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :
عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن النبي صلى
الله عليه وسلم قال: إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ:
إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ
يَدْعُو لَهُ
Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah bersabda: "Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya." (HR Muslim).
Adapun Hikmah Hormat,
Patuh, dan Berbakti pada Orang Tua sebagai berikut :
Hormat dan patuh pada
kedua orang tua merupakan amal ibadah yang mulia di sisi Allah SWT. Apabila
orang tua riḍa atas perbuatan anak, maka Allah SWT pun riḍa. Demikian juga
sebaliknya, jika orang tua murka, maka Allah SWT pun murka pada anak tersebut.
Di dunia, ganjaran bakti pada kedua orang tua adalah keluasan rezeki dan
dipanjangkan umur anak tersebut. Di akhirat, ganjaran bakti pada kedua orang
tua dapat menjadikan anak dimasukkan ke surga oleh Allah SWT.
Qur’an Surah Luqman [ 31] : ayat 14,
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ
حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ
لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
Arab-latin: wa waṣṣainal-insāna
biwālidaīh, ḥamalat-hu ummuhụ wahnan 'alā wahniw wa fiṣāluhụ fī 'āmaini
anisykur lī wa liwālidaīk, ilayyal-maṣīr
Artinya: "Dan Kami
perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya
telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya
dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu."
B. Hormat dan Patuh
kepada Guru
1. Makna Seorang Guru
Guru merupakan orang yang
memngajari pengetahuan sekaligus pendidikan akhlak terhadap murid-muridnya. Ia
mengajari cara membaca, berhitung, berpikir, dan sebagainya. Selain iru Guru
juga mengajarkan nilai-nilai moral dan nilai nilai akhlak yang tinggi kepada
murid-muridnya. Ia tidak hanya memberikan pengetahuan saat di sekolah, tetapi
juga memberikan bimbingan dan arahan saat dibutuhkan di luar sekolah. Setiap
guru pasti akan mengajarkan kebaikan-kebaikan yang mungkin tidak didapatkan
seorang anak dari orang tuannya di rumah. Tanpa pendidikan dan bimbingannya,
bisa jadi kita tidak akan mengetahui segala yang nyata maupun yang tersembunyi
di alam raya ini. Tanpa bimbinganNya pula, bisa jadi kita tidak dapat
membedakan mana yang benar maupun yang salah, mana yang dibolehkan dan mana
yang dilarang. Jasa seorang guru dalam mendidik dan mencerdaskan murid-muridnya
tidaklah dapat diukur dengan materi. Berkat jasa gurulah, kita menjadi
terpelajar. Dalam ajaran Islam, guru atau ulama adalah orang yang memiliki pengetahuan
luas dibandingkan dengan orang lainnya. Ia merupakan pewaris para nabi dalam
menyampaikan kebaikan kepada orang lain. Allah Swt. berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ
مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ
اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ غَفُوْرٌ
Artinya: “...Di antara
hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah
Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (Q.S. Fātir/35:28)
Disamping kita
menghormati ke-dua orang tua orang kita
masih ada orang yang sangat berjasa dalam hidup kita yakni guru. Walau pun
kehadiran internet memanglah mempermudah dalam membantu proses belajar. Tinggal
mengetik apa yang sedang dicari atau ingin diketahui lalu muncullah berbagai
macam web yang menyediakan jawaban yang sedang dicari. Namun, menuntut ilmu
kepada orang yang berilmu, yakni guru lebih memberikan kemantapan serta seorang
guru dapat memberikan pemahaman dengan baik secara langsung kepada muridnya
Hal tersebut karena Guru
dalam mendidik kita dengan penuh perhatian, kesabaran dan ketekunan.sehinnga
kita dapat membaca dan menulis dan berhitung serta memberikan pengetahuan dan
akhlak mulia sehingga kita menjadi insan
dan berbudi luhur dan terlepas dari kebodohan. berkat peran dan jasa
para guru .
Mengingat besarnya jasa
guru terhadap kita . Lalu bagaimana
sikap kita dalam cara atau metode yang
tepat untuk menghormati kepada guru.?
Di dalam syariat Islam
sendiri memiliki beberapa cara dan etika dalam menghormati guru diantaranya
sebagai berikut:
2. Adab Seorang Murid
kepada Guru
Sebagaimana seorang anak
memperlakukan orang tuanya, bagitu pulalah sikap yang harus ditunjukkan oleh
murid kepada gurunya. Karena jasanya yang sangat besar kepada murid-muridnya,
sudah selayaknya seorang murid menerapkan
perilaku atau adab yang baik kepada gurunya. Adapun adab seorang murid kepada
guru di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Memberi Salam Terlebih
Dahulu
Ulurkan tangan atau
sapalah guru dengan menggunakan salam terlebih dahulu sebelum guru yang
melakukkannya kepada murid. Hal tersebut merupakan bentuk perilaku terpuji yang
dilakukan murid kepada guru-gurunya.
2. Menyelesaikan Tugas
dengan Tepat Waktu
Mengerjakan tugas
sebaik-baiknya dan diselesaikan tepat pada waktunya adalah sebagai bentuk
menghormati guru yang telah menularkan ilmunya dan berharap ilmu tersebut dapat
terpatri dalam pikiran dan hati murid-muridnya.
3. Memperhatikan Guru
yang Mengajar
Pada saat guru memberikan
pembelajaran siswa tidak berbicara dan
tidak menyimak .hendaknya siswa mencatat apa yang diterangkan oleh guru hal
tersebut berarti menghargai keberadaan guru yang sedang mengajari muridnya akan
ilmu pengetahuan. Selain itu dengarkan baik-baik dan jika ingin melakukan
aktivitas lain di perbolehkan setelah guru selesai menerangkan.
4. Bersikap Lembut
Janganlah berbicara keras
atau berlaku kasar kepada guru. Bersikaplah lemah lembut sebagai bentuk rasa
hormat dan sayang dari seorang murid kepada gurunya.
5. Menyapa Ketika Bertemu
di Jalan
Sapalah jika bertemu guru
di jalan. Jika kondisinya menentukan, misalkan tidak macet, usahakan untuk
menemui sang guru.
6. Mencium Tangan
Bentuk rasa hormat kepada
guru dapat dilakukan dengan mencium tangan guru. Baik ketika baru saja datang
ke sekolah, pulang sekolah, atau ketika tidak sengaja bertemu.
7. Izin Ketika Hendak
Meninggalkan Pelajaran
Ketika ada keperluan dan
memaksa harus meninggalkan pelajaran, meminta izinlah kepada guru yang sedang mengajar
dan jelaskan kemana akan pergi. Sehingga guru dapa tahu dan dapat
mengizinkannya dengan alasan yang jelas.
8. Hormati guru ketika
sedang berbicara dengan orang lain. Jika ada yang harus dibicarakan, tunggulah
beberapa saat hingga guru menyelesaikan pembicaraannya dan mulailah dengan
sopan.
9. Janganlah Banyak
Tersenyum Ketika Berbicara dengan Guru
Hormati guru yang lebih
tua dari muridnya. Beliau bukanlah sesama murid atau teman yang bisa dengan
santai diajak saling tersenyum atau bercanda. Bersikaplah sopan dan seperlunya
saja.
10. Tidak Menanyakan
Masalah di Tengah Jalan
Ketika sedang jalan
bersama dengan guru atau menaiki transportasi yang sama dengan guru, hindarilah
untuk tidak menanyakan perihal masalah-masalah di jalan. Bisa saja masalah tersebut
sangat pribadi atau penting sehingga ditakutkan orang lain di sekitar juga
dapat mendengarnya.
11. Hendaklah merendahkan
diri di hadapan guru, tidak keluar dari tempat belajar sebelum mendapat izin
dari guru.
b. Hendaklah memandang
guru dengan penuh rasa ta’zim atau hormat dengan meyakini bahwa gurunya memiliki
kelebihan.
12. Hendaklah duduk di
hadapan guru dengan sopan, tenang, dan mendengarkan apa yang dijelaskan oleh
guru.
13. Hendaklah tidak
berjalan, duduk, atau memulai perkataan sebelum meminta izin kepada guru.
14. Patuh terhadap
perkataan dan perintahnya
--------------------Semoga
bermanfaat dan selamat bekerja --------------------------------------------
Uji kompetensi Menuai
Keberkahan dengan Hormat dan Patuh Kepada Orang Tua dan Guru
A. Berilah tanda silang (X) pada
huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling tepat !
1. Berbakti kepada
orangtua dikenal dengan istilah . . . .
a. sarrul
walidain c. uququl walidain
b. walidain d. birrul walidain
2. Kewajiban seorang
anak ketika orangtuanya sudah meninggal adalah . . . .
a. mencukupi
kebutuhannya b. mendoakannya
c. memberikan
makanan d. menggunakan harta warisannya
3. Balasan yang akan
diberikan oleh Allah Swt. kepada anak durhaka di akhirat kelak adalah
a. sulit mendapat
pekerjaan
c. dimasukkan neraka
b. mendapat teguran
d. dikutuk menjadi
batu
4. Sikap yang tepat
jika orangtua sedang sakit yaitu . . . .
a. menasihatinya agar
tidak sakit
b. membiarkannya
sampai sembuh sendiri
c. dititipkan di
panti sosial karena sibuk
d. merawatnya dengan
penuh kasih sayang
5. Berbakti kepada
orangtua akan mendatangkan keberkahan sebagai berikut . . .
a. hidup menjadi
terbebani
b. rezeki menjadi
sulit
c. mendapat pahala
yang sangat besar
d. menyita banyak
waktu
6. Berdasarkan hadis
Nabi saw., kedudukan dan derajat ibu dibanding bapak adalah . .
a. 3 tingkat
dibanding bapak
c. 5 tingkat
dibanding bapak
b. 4 tingkat
dibanding bapak
d. 6 tingkat dibanding bapak
7. seorabg siswa yang baik baik akan selalu memuliakan guru-gurunya. Berikut ini yang merupakan wujud sikap memuliakan guru adalah . . . ..
a. sering menelponnya
b. mengetes
kepintarannya
c. memberi bingkisan
yang menarik
d. mematuhi
nasihat-nasihatnya
8. Siswa yang
menghormati dan menaati gurunya akan memperoleh . . . .
a. piagam
penghargaan c. pujian dari teman
b. keberkahan ilmu d. uang dari guru
9. Berikut ini
merupakan azab bagi siswa yang merendahkan gurugurunya, kecuali . . . .
a. badan menjadi
kurus dan mudah sakit
b. mati tanpa
membawa iman
c. disempitkan
rezekinya oleh Allah Swt.
d. hilang manfaat
ilmunya
10. Seorang guru
sedang menjelaskan pelajaran di kelas, sikap yang benar adalah . . . .
a. tidak perlu
mendengarkan karena sudah paham
b. mengerjakan tugas
yang belum selesai
c. mendengarkan
dengan baik
d. berdiskusi dengan
teman sebangku
11.Larangan berkata
“ah” kepada orang tua terdapat di….
a. Surah al-Isra’
ayat 23
b. Surah al-Kahfi
ayat 65
c. Surah Luqman ayat
65
d. Surah Maryam ayat
6
12.Di dalam Qur’an
surah Luqman ayat 15 dijelaskan hal berikut ini, yaitu….
a. kita tidak boleh
melaksanakan perintah orang tua yang menyalahi aturan Allah
b. perintah
menghormati orang tua
c. ridha Allah itu
terletak pada ridha orang tua
d. perintah untuk
mengikuti Alllah dan rasul-Nya
13. Berikut ini yang
merupakan wujud sikap hormat kepada guru adalah….
a. sering bertanya
kepada guru
b. mematuhi
nasehatnya
c. tidak pernah
mengerjakan PR
d. sering memberikan
hadiah
14.Pahlawan tanpa
tanda jasa adalah sebutan untuk….
a. orang tua
b. perawat
c. aparat keamanan
d. guru
15.Menghormati guru
merupakan hal yang….
a. sia-sia
b. salah
c. wajib
d. memberatkan
16. Orang tua yang
harus kita hormati pertama kali adalah….
a. ibu
b. ayah
c. nenek
d. kakek
17.Di bawah ini yang
merupakan cara berbakti kepada orang tua dan guru adalah….
a. sering meminta
hadiah kepada mereka
b. menceritakan
keburukannya kepada banyak orang
c. selalu
mendengarkan dan menaati nasihatnya
d. tidak mau
dibimbing orang tua dan guru
18. Orang tua kedua
kita ketika di sekolah adalah….
a. ayah
b. guru
c. ibu kandung
d. paman
19. Sikap kita
apabila akan pulang telat karena mengerjakan tugas di rumah teman adalah….
a. sekalian bermain
setelah belajar selesai
b. pamit terlebih
dahulu dengan orang tua
c. diam saja, karena
itu tugas sekolah
d. tidak jadi
mengerjakan tugas rumah karena takut dimarahi orang tua
20. Sikap yang baik
kepada orang tua adalah seperti di bawah ini, kecuali….
a. mendoakan orang
tua setiap saat
b. tidak suka
terhadap teman dan saudara orang tua
c. melaksanakan
perintah orang tua yang tidak dilarang orang tua
d. membantu pekerjaan atau kegiatan orang tua dengan ikhlas
B. Jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
1. Sebutkan
keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepada kedua orangtuanya!
2. Jelaskan mengapa
kita harus berbakti kepada orangtua !
3. Sebutkan wujud
baktimu kepada kedua orangtua saat ini? (minimal 3)
4. Jelaskan sikap
terbaik saat bertemu dengan bapak dan ibu guru baik di sekolah maupun di luar
sekolah !
5. Jelaskan mengapa
kita harus menghormati dan menaati guru!
Komentar
Kelas 9 f