adsmob1

Bagaimana Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekah ?

Strategi Dakwah Rasululah saw. di Mekah

          Kondisi masyarakat Arab saat itu yang bergelimang dengan kemaksiatan dan praktik-praktik kemunkaran. Ia mengerti benar bagaimana kondisi masyarakat Arab saat itu. Mengubah pola pikir dan kebiasaan-kebiasaan atau adat-istiadat bangsa Arab khususnya kaum Quraisy bukanlah perkara mudah karena Kebiasaan yang telah dilakukan secara turun-temurun sejak ratusan tahun silam, ditambah lagi dengan pengaruh agama Nasrani dan Yahudi yang sudah dikenal lama bahkan sudah banyak penganutnya.

             Ada dua tahapan yang dilakukan Rasulullah saw. dalam menjalankan misi dakwah tersebut, yaitu dakwah (al-Da’wah bi al-Sirr) secara sembunyi-sembunyi yang hanya terbatas di kalangan keluarga dan sahabat terdekat dan dakwah secara terang-terangan kepada khalayak ramai.

1. Dakwah secara Rahasia/Diam-diam (al-Da’wah bi al-Sirr)

          Dakwah Pertama agar tidak menimbulkan keresahan dan kekacauan di kalangan suku / masyarakat Quraisy, Rasulullah saw. memulai dakwahnya secara sembunyisembunyi (al-Da’wah bi al-Sirr). Hal tersebut dilakukan mengingat kerasnya watak suku Quraisy dan keteguhan mereka berpegang pada keyakinan dan penyembahan berhala. Pada tahap ini, Rasulullah saw. memfokuskan dakwah Islam hanya kepada orang-orang terdekat, yaitu keluarga dan para sahabatnya. Rumah Rasulullah saw (Dārul Arqam) dijadikan sebagai pusat kegiatan dakwah. Di tempat itulah, ia menyampaikan risalah-risalah tauhid dan ajaran Islam lainnya yang diwahyukan Allah Swt. kepadanya. Rasulullah saw. secara langsung menyampaikan dan memberikan penjelasan tentang ajaran Islam dan mengajak pengikutnya untuk meninggalkan agama nenek moyang mereka, yaitu dari menyembah berhala menuju penyembahan kepada Allah Swt. Karena sifat dan pribadinya yang sangat terpercaya dan terjaga dari hal-hal tercela, tanpa ragu para pengikutnya, baik dari kalangan keluarga maupun para sahabat menyatakan ketauhidan dan keislaman mereka di hadapan Rasulullah saw.

           Adapun Orang-orang pertama (as-sābiqunal awwalµn) yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad saw. dan menyatakan keislamannya adalah: Siti Khadijah (istri), Ali bin Abi Thalib (adik sepupu), Zaid bin harisah (pembantu yang diangkat menjadi anak), dan Abu Bakar Siddik (sahabat). Selanjutnya secara perlahan pengikut Rasulullah saw. Yakini  Usman bin Affan, Zubair bin Awwam, Said bin Abi Waqas, Abdurrahman bin ‘Auf, Taha bin Ubaidillah, Abu Ubaidillah bin Jarrah, Fatimah bin Khattab dan suaminya Said bin Zaid al-Adawi, Arqam bin Abil Arqam, dan beberapa orang lainnya yang berasal dari suku Qurasy.

                  Berdakwah secara diam-diam atau rahasia (al-Da’wah bi al-Sirr) ini dilaksanakan Rasulullah saw. selama lebih kurang tiga tahun. Setelah memperoleh pengikut dan dukungan dari keluarga dan para sahabat, selanjutnya Rasulullah saw. mengatur strategi dan rencana agar ajaran Islam dapat diajarkan dan disebarluaskan secara terbuka.

2. Dakwah secara Terang-terangan (al-Da’wah bi al-Jahr)

Dakwah rasulullah secara terang terangan Seriring dengan  turunNya  wahyu Allah Swt. yang memerintahkan Rasulullah saw. melakukannya dakwah secara terang-terangan dan terbuka. Mengenai hal tersebut, Allah Swt. Berfirman dalam Q.S. al-hijr/15:94., :

فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ

artinya: “Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.” (Q.S. al-hijr/15:94).

firman Allah dalam Q.S. asy-Syua’ara/26: 214-216.

وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ

وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ

Artinya :  214. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat, 215. Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu. 216. Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. asy-Syua’ara/26: 214-216)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, Rasulullah saw. yakin bahwa sudah saatnya ia dan para pengikutnya untuk menyebarluaskan ajaran Islam secara terbuka dan terang-terangan. Dengan dukungan istrinya Siti Khadijah, paman yang setia membelanya, yaitu Abu °alib, serta para sahabat dan pengikutnya yang setia ditambah pula dengan keyakinan bahwa Allah Swt. senantiasa menyertaiNya.

Dakwah secara terang-terangan (al-Da’wah bi al-Jahr) dimulai ketika Rasulullah saw. menyeru kepada orang-orang Mekah. Ia berdiri di atas sebuah bukit dan berteriak dengan suara lantang memanggil mereka. Beberapa keluarga Quraisy menyambut seruannya.

 

Komentar

Unknown mengatakan…
Mohammad chaerul Nurdiansyah

Zoosk - Online Dating

Posts populer

Contoh RPP Pertemuan ke 2 Materi Pelajaran PAI Qur'an Surah At-Tin / kelas 9 Semester.1/ KTSP berkarakter

Penyembelihan Hewan Kurban dan Aqikah.[ Materi Pelajaran PAI Kelas; 9/ Bab.9/ Semester 2/ kurtilas

BAB 7 Malaikat Selalu Bersamaku

Soal Ulangan KD. Bab.1. Q.S: At-Tin